6 Panduan Membuat Individual Branding dengan konsultan hki terdaftar

Anda tentu kerap dengar kata individual branding dengan konsultan hki terdaftar, kan? Menurut Nayadini, Konten Pemasaran Associate di Ruangguru, individual branding atau citra diri sebagai kombinasi atas sesuatu yang Anda tunjukkan ke khalayak dan apa yang beberapa orang saksikan mengenai Anda. Citra diri menerangkan mengenai siapa diri Anda yang sesungguhnya, apa yang sudah Anda kerjakan awalnya, dan apa misi visi Anda di depan. Kombinasi ke-3 nya membuat seorang mempunyai kekhasan tertentu di mata seseorang.

1. Tetapkan arah citra diri

Apa arah Anda ingin dikenali seseorang? Tetapkan arah citra diri Anda. Arah harus memiliki sifat periode panjang, berambisi, dan detil, misalnya:

  • Datangkan peluang baru lewat citra yang telah dibuat (endorsement, pengikut, job opportunity, dan lain-lain.),
  • Dipandang dapat dipercaya pada suatu sektor tertentu,
  • Sebagai wujud manifestasi diri,
  • Memberikan inspirasi seseorang, dan
  • Eskalasi karier, sosial, atau arah yang lain.
  • Menurut Nayadini, Anda harus nyaman dalam lakukan pencitraan diri untuk capai arah dan tidak begitu memaksain diri karena bila tidak, selanjutnya Anda dapat kehilangan jati diri Anda.

2. Mempunyai ciri-ciri unik dan berharga

Citra diri yang kuat menerangkan suatu hal yang paling detil dan sebagai cerminan dari beberapa ide atau nilai-nilai pada diri Anda yang membandingkan dari pihak lain. Kekhasan ini bisa dipresentasikan berbentuk kualitas individu, penampilan fisik, atau ketrampilan. Sebuah citra diri yang luar biasa harus didasari pada figur personalitas yang apa yang ada, dan datang dengan semua ketidaksempurnaannya. Citra diri yang bagus dan efisien perlu diperlihatkan dengan yang lain seperti keunikan dari tiap-tiap pribadi.

Lalu, bagaimana triknya tentukan nilai pada diri? “Kita perlu tentukan seperti apakah kita ingin disaksikan, cari tahu kemampuan dan spirit, dan perlu ingat sanjungan apa yang dipakai seseorang ke kita,” terang Nayadini. Beberapa hal itu menjadi alat yang menolong Anda mendapati nilai unik dari pada diri Anda.

3. Buat content yang autentik dan menarik

Sampaikan dan tawarkan semua nilai dari citra diri Anda lewat beberapa konten yang berkualitas. Tulisan, video, presentasi, photo, dan bermacam jenis content akan sukses pasarkan citra diri Anda cuman saat content itu autentik dan berharga untuk seseorang. “Bikinlah content atas sesuatu yang kita sukai. Tidak boleh jadi seseorang, jadilah Anda yang autentik karena audience bukan menginginkan Anda jaga gambar atau citra diri secara prima di dunia digital,” ungkapkan Nayadini. Seseorang cari jaringan emosional dengan Anda lewat content yang memiliki kandungan nilai-nilai citra diri Anda.

“Untuk kalian yang tidak begitu jago mengubah content, tak perlu prima dalam membuat content, yang paling penting ialah mengawalinya. Siapa tahu kita beda dari lainnya,” sambungnya.

4. Stabilitas

Stabilitas ialah keyword dalam membuat citra diri. Dengan mengaplikasikan stabilitas, karena itu Anda sudah menunjukkan jika Anda tidak mudah menyerah dan bisa ditegaskan Anda akan menuai buahnya. Jalankan citra diri secara terus-terusan (stabil) sampai seseorang bisa mengenali citra diri itu dengan gampang dan terang, akan membuat merek equity (keunggulan merk) dalam diri Anda. Tiap citra diri memerlukan waktu untuk tumbuh. Penting selalu untuk memerhatikan tiap stepnya dan masih optimis sepanjang proses itu berjalan.

5. Konsentrasi pada sasaran

Tetapkan dan konsentrasilah pada niche atau sasaran Anda. Usahakanlah untuk cuman menarik mereka yang mempunyai hoby atau minat yang serupa di tiap content yang Anda pasarkan. Bangunlah sebuah komune di sosial media lewat basis yang sesuai citra diri yang ingin Anda bangun. LinkedIn, misalkan, baik untuk membuat jaringan professional, dan Instagram atau Twitter baik untuk mempromokan beberapa konten yang original dengan konsultan hki terdaftar.

6. Hal yang perlu dijauhi dalam membuat individual branding dengan konsultan hki terdaftar

Dalam memakai sosial media, selalu melatih untuk krisis menanyakan, “apa ini memengaruhi citra diri saya?”. Apa saja yang Anda publisitas di sosial media bukan hanya memvisualisasikan mengenai Anda, tapi juga mengenai organisasi atau instansi yang turut serta dengan Anda. Tidak ada ketentuan tercatat dalam pemakaian sosial media. Tetapi, perlu disetujui jika seharusnya tidak mempublikasikan beberapa hal yang memiliki sifat negatif di sosial media.

Comments are closed.